Macam-macam gaya arsitektur

Gaya Arsitektur Desain Rumah

Gaya arsitektur desain rumah sebenarnya lebih dari sekedar desain tanpa makna. Sebagai contoh gaya arsitektur desain minimalis, sejatinya bukan hanya sekedar tampilan rumah, tapi sudah mengarah kepada filosofi hidup dan life style. Mereka yang menyukai desain minimalis adalah orang-orang yang lebih mementingkaan hal-hal yang esensial, peduli pada kualitas dibanding kuantitas dan mengutamakan kebersihan. Gaya mediterania digemari oleh mereka yang menyukai kehangatan dan keterbukaan, tampil alami. Hal ini terlihat pada finishing berbentuk kasar, bahkan kalau di Amerika dinding rumah mediterania ditampilkan hanya bata tanpa plester. Kalaupun ditutup maka pada finishing dilapis dengan batu alam. Dari itu, bagi anda yang merencanakan membangun rumah tinggal jangan salah langkah dalam menentukan gaya arsitektur desain rumah. Pilih yang sesuai dengan karakter dan filsafah hidup anda baru kemudian anda konsultasikan dengan arsitek yang anda percaya untuk mendesainnya.
Ada beberapa gaya arsitektur desain rumah yang bisa dipilih untuk menyesuaikan dengan karakter anda, diantaranya :
1. Tropis.
Desain ini sangat dominan terhadap penutup atap di setiap bukaan seperti pintu, jendela dll. Penutup atapnya biasanya memakai genteng plentong, dan kodok. Di sebut desain tropis karena menyiasati iklim tropis yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
2. Art Deco.
Art Deco adalah desain yang menginspirasikan dari modifikasi gaya arsitektur Eropa abad 19, khususnya dari Belanda. Desain ini banyak menggunakan profil-profil di setiap sudut bukaan. Desain ini memiliki cost pembangunan yang cukup tinggi, karena memiliki banyak ornamen-ornamen sebagai icon dari bangunan tersebut. Desain Art Deco ini biasanya di gunakan untuk pembangunan gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah, seperti Museum, Stasiun, Gedung Pemerintahan dll.
3. Mediteranian.
Rumah berdesain Mediterania kaya akan bentuk dan tekstur. Pemakaian warna tanah dan elemen dekoratif yang digunakan di setiap bangunan rumah menjadi ciri khas gaya tersebut. Desain ini banyak bermain di tata letak masa bangunan di setiap sudut sehingga membuat bangunan menjadi cukup atraktif tidak membosankan. Dinding umumnya diberi warna-warna alami, seperti terakota. Warna cat dinding cenderung memiliki kepekatan dan ketebalan yang tidak merata. Bagian tertentu dari bangunan seperti area pintu masuk utama dan paviliun untuk tamu, ditutup oleh susunan portico sedangkan setiap jendela dinaungi oleh kanopi sehingga hunian tampil lebih dinamis. Penerapan prinsip gaya mediterania pada desain rumah ini juga terlihat pada deretan kolom dan balok berbentuk melengkung (arches). Elemen struktur bangunan ini banyak diekspos pada teras dan balkon luas yang juga merupakan ciri khas hunian bergaya mediterania. Sebagai area transisi antara ruang dalam dan ruang luar hunian, teras dan balkon dikelilingi oleh deretan jendela lebar dan pintu berdaun ganda (double swing door) sehingga dapat memaksimalkan pemandangan ke arah luar, sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami ke dalam rumah.
Prinsip gaya mediterania selanjutnya adalah susunan ruang yang terbuka (open plan) dengan orientasi ke arah luar yaitu courtyard di samping rumah dan taman di halaman muka.
4. Minimalis.
Ciri utama desain minimalis adalah tidak banyak bermain di lekukan-lekukan sudut bangunan, dan pemanfaatan material bangunan yang sefektif dan sefisien mungkin (berlawanan dengan gaya mediterania). Desain lebih simple dan pemakaian bahan-bahan sederhana (unsur sederhana yang kuat) bukan kemewahan dengan material mahal dan material alam (unsur keselarasan dengan alam). Fasad bangunan rumah minimalis didesain dengan pola kotak-kotak persegi panjang dan garis-garis vertikal, seperti terlihat pada bukaan jendela dan ventilasi udara. Sebagian dinding yang dihiasi dengan batu alam kotak-kotak persegi panjang dengan warna yang mencolok.
Bagikan